Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Journal

Obrolan sama suami

 Beberapa waktu lalu aku baru aja take down beberapa postingan. salah satu postingan yang di take down adalah tentang being the eldest. jujur pas aku baca baca lagi postingan lama aku, 50% isinya udah ga relate sama isi pikiran aku sekarang,  makanya postingan-postingan itu aku take down. kalo mengingat aku yang memulai blog ini dari SMA wajar aja kalo banyak isi tulisanku yang udah berbeda dengan pandangan aku saat ini.  Sedikit tentang salah satu postingan yang di take down yaitu yang tentang being the eldest, disitu aku menulis betapa sulitnya menjadi anak pertama, dimana terkadang semua beban rasanya ada di pundak kita.  Aku dan suami sama-sama anak pertama, itulah yang bikin kita klop satu sama lain. sejak ada suami aku jadi merasa punya tempat untuk berbagi segala hal, termasuk soal beban anak pertama. Alhamdulillah nya suami justru punya pandangan berbeda soal menjadi anak pertama. Dia bilang "aku gak pernah merasa semua itu beban. aku juga bantu ngurusin kelu...

blog diary

تَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ ✨🌙 Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, memaafkan segala khilaf, dan melimpahkan keberkahan. 🤍 Selamat Hari Raya Idul Fitri 🤍 Mohon maaf lahir dan batin 🙏 It’s been way too long since my last column. This time, it isn’t even really a column—just me rambling about everything that’s been happening in my life. Being an adult is exhausting. There are so many responsibilities, leading to so many things to think about. As an adult, I barely have the space to think about my life anymore—let alone my dreams. I’ve finally reached a point where I just live day by day, paycheck to paycheck, with countless bills to pay. Unsweetened coffee and vaping have become my best friends on the hardest days. God has blessed me with a husband whose ears I can borrow to listen to all my thoughts. But sometimes, an adult mind tends to exaggerate everything. With a company to run, bills to pay, sisters still under my responsibility, parents who rely on me, and soc...

Proud of my brother

 Mungkin aku jarang sekali bercerita tentang adik laki-laki ku. Ya, memang seperempat Abad kami hidur bersama kita sering berbeda pendapat. Tak jarang kita juga menjadi rival demi mendapatkan perhatian orangtua. Maklum jarak usia kita cuma beda satu setengah tahun.  Tapi belakangan ini, setelah tiga tahun ditinggalkan oleh bapak. Apalagi setelah aku menikah, fauzan menunjukan perubahan yang pesat. Ya memang dia duluan menikah melangkahi aku, tapi tetap saja bagiku dia adalah adikku. Kadang aku lupa kalau meskipun dia adik tapi dia adalah laki-laki yang ditakdirkan untuk memimpin.  Mungkin hari dimana aku menikah Dan fauzan menjadi waliku yang sah Dan Utama adalah hari dimana aku sadar bahwa aku mulai memandang dia sebagai pemimpin. Adikku sosok yang sangat rendah hati, jujur, bertanggung jawab, Dan juga perasa. Dia tidak pernah merasa hebat apalagi sombong. Meskipun kadang terlihat cuek, tapi di dalam didinya dia adalah pribadi yang sangat peduli pada sekitar. Pernah satu...

Creating new life with you

 Alhamdulillah Masyaallah Tabarakallah, atas izin Allah subhanawataalla tahun ini aku Dan kamu bisa membangun rumah sederhana hasil karya kita berdua. Gak pernah menyangka Allah subhanawataalla begitu baik karena sudah mempertemukan aku dengan kamu.  Aku Masih ingat tahun 2020 dulu sebelum ketemu kamu, aku sempet hunting rumah hunian. Saat itu aku belum nikah, cuma aku mikirnya harus mulai nyicil rumah, supaya uang aku tuh tersimpan di sesuatu yang bermanfaat, bisa buat investasi, Dan juga gak abis dengan cuma-cuma. Tapi dulu qadarullah belum ketemu rumah yang cocok. Sampai akhirnya 2022 ketemu Sama kamu, aku sama sekali ga expect apa-apa. Cuma begitu kamu kasih Tau spending bulanan Salah satunya cicilan rumah Dan ngasih ke orangtua. Meskipun kamu bilang rumahnya jauh banget makanya kamu kontrakin karena emang ga niat buat ditinggali dalam waktu dekat. Cuma buat investasi aja sama biar uang gaji kamu ga abis sama Hal yang gak jelas. Disitu aku merasa respect Dan bersyukur kete...

My wedding story

Ga nyangka banget setahun lalu pas aku tepat berusia 27 tahun, Allah SWT akhirnya mempertemukan aku dengan jodohku yang sekarang Jadi suami aku... 🥰 Masih inget perjuangan mencari Cinta mungkin Sejak lulus kuliah Kali ya, karena waktu SMP dan SMA aku berkomitmen untuk Gak pacaran dulu. Meskipun yah kalo yang naksir dan yang aku taksir sih dulu juga Ada. Cuma mindset aku selalu berfikir pacaran pas SMP dan SMA mau dibawa kemana hubungannya? Nikah Kan Ga mungkin. Karena Dari dulu emang aku Gak mau nikah Muda, meskipun pas kuliah sempet terpikir lelahnya ngerjain skripsi dan problematika kehidupan ini rasanya dulu aku pingin nikah aja. Tapi Alhamdulillah aku berhasil melewati semua tanpa pernah pacaran.  Sampai akhirnya aku pacaran pertama Kali itu di ulang tahun ke 23 tahun. Yap going on first relationship literally on my birthday. Sama orang India dulu itu. Jadi Kita long distance. Dan cuma bertahap 3 Bulan. Karena Capek Sama miss communication nya. Namanya juga LDR. Terus aku mula...

Pertemuan Dan Pertemanan

Kita tuh ga pernah Tau apakah seseorang yang hadir di hidup kita itu hadir untuk sungguh atau hanya sekedar singgah.  Yang benar benar hadir untuk sungguh dijaga baik yang hanya singgah maka biarlah.  Sejak bapak meninggal Dan aku jatuh  sejatuh-jatuhnya, selalu ada ukuran tangan yang datang menghampiri. Meskipun kadang aku harus menahan sakitnya bergantung hanya pada Tuhan seorang. Menangis sendirian. Namun harapan adalah obat yang selalu membuat aku kuat untuk percaya semua akan indah pada waktunya.  Gak kerasa satu setengah tahun berlalu Dan benar roda kehidupan itu berputar. Dan saat roda itu berputar menaruh aku di posisi bahagia aku cuma ingin bisa selalu ada untuk mereka yang dulu sungguh-sungguh mengulurkan tangannya padaku. Karena aku ingat rasanya jatuh, rasanya ada di ujung jurang. Dan aku ingin jadi orang yang bisa mengulurkan tangan.  Aku bersyukur ketemu sama orang yang dalam Hal ini satu prinsip sama aku. Malah dia bisa melakukannya lebih baik Dar...

Let The Dreams Go

 Bulan September lalu, aku mendapatkan pengumuman lolos sebagai peserta dari seminar internasional Istanbul Youth Summit 2023. Aku lolos sebagai seleksi essay peserta calon penerima fully funded program. Ada beberapa tahapan untuk bisa lolos sebagai delegasi, pertama adalah seleksi essay, selanjutnya essay yang lolos akan dipilih yang terbaik, selanjutnya calon delegasi penerima fully funded program akan di undang untuk interview. Pengumuman bagi peserta yang lolos interview adalah tanggal 20 Oktober. Namun Qadarullah aku tidak lolos interview hehe.  Sejak aku menerima email essay ku lolos, aku sangat bersemangat, aku selanjutnya melakukan mentoring dan juga pembuatan proposal sponsor, karena program fully funded kali ini tidak mengcover tiket pesawat. Akomodasi menjadi kendala terbesar, namun berkat adanya mentor, aku mendapat bimbingan untuk membuat proposal dan juga bagaimana cara mendapatkan sponsor sebagai delegasi Indonesia di kancah Internasional. Namun ternyata cobaan ...

society [ind]

 Masyarakat yang kita tinggali, yang kita pikir telah berkembang, ternyata telah mengalami penurunan esensinya. Sejak berabad-abad yang lalu, masyarakat ini memiliki aturan ketat antara pria dan wanita. Sebuah peran yang harus kita mainkan, suka atau tidak suka. karena ketika kita meninggalkan aturan itu, maka akan datang dengan kebingungan. Tentu saja tidak boleh ada batasan seorang wanita untuk belajar sesuatu, tetapi selama seorang wanita memiliki kebebasan dalam pendidikan, ada harga yang harus dibayar oleh pria untuk berusaha dua kali lebih keras dalam mendapatkan pendidikannya. dengan cara ini, masyarakat kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat yang lebih baik. Baru-baru ini saya telah dianugerahi diri saya sendiri dengan mencapai pencapaian yang saya tunda selama bertahun-tahun. Itu tidak datang tanpa hambatan. Setelah memutuskan untuk terus belajar hal-hal baru dan mengembangkan diri di bidang pendidikan dan penelitian di tahun 2017, banyak sekali kendala baik d...

Closure

Dulu, dalam menyelesaikan masalah aku selalu butuh yang namanya closure, kaya semacam penutupan gitu. Aku pikir dengan closure kita bisa kaya pencet tombol restart terus semua akan baik-baik aja lagi kaya sebelumnya. Naif sekali bukan. Jelas sebuah luka akan selalu meninggalkan bekas.  sekarang, aku sadar kalau closure yang aku butuhkan bukan untuk menyelesaikan semua masalah. Bukan pula untuk berpisah secara baik-baik. Ibaratnya kalau rasa paria itu pahit, mau di kasih bumbu masakan apapun, bahkan sampai ditabur gula yang banyak atau di jadiin manisan, ya yang namanya paria tetap akan pahit rasanya. Dan yang namanya perpisahan, mau dibikin semewah atau semegah apapun tetap akan menyakitkan dan menyedihkan. Mungkin memang dulu aku naif, pinginnya semua hal itu indah dan menyenangkan, sampai aku lupa bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang memang rasanya pahit, gak enak, dan menyakitkan. Dan closure buat aku sekarang adalah berdamai dengan semua perasaan tidak nyaman itu.  Kad...

Gone

When my father and four other of my family member died during covid-19, I feel the emptiness and an overwhelming feeling that I am sure nobody could understand that except they're ever experienced it.  Let me explain those feeling that surrounds me for these past few months.  First, of course the grief and sadness that come everytime I miss them. Second, the loneliness and afraid that everyone will eventually leave me behind. Third, feeling unwanted and overwhelming by society until sometimes I just want to be alone or leave everything behind. Fourth, couldn't able to move on until all I wanted is just go back. And I end up looking in people in my past time, forget that there are a lot of new people coming to love me and accept all the pieces cracked of my soul.  Sometimes in very broken soul, everything seems confused. All we searching is just an answer for every question or a drug to heal the pain. But actually there are an answer and a drug for every pain, confusion, f...

Extrovertism

Alone for an extrovert are depressing. and that's all I can say.  semakin dewasa gue semakin sadar yang gue suka dan yang bikin gue bahagia adalah kalau bisa bantu orang. kalau gue bisa berada di tengah orang-orang. Dua tahun belakangan susah sekali rasanya mau ada di antara orang-orang.  Dulu, gue takut sama kepribadian gue yang selalu ingin jadi pusat perhatian. karena jadi pusat perhatian itu sama juga artinya kita hidup di dalam toples bening yang kalau gue ngelakuin kesalahan sekecil apapun, gue harus siap menanggung judgement orang terhadap gue.  Tapi menjadi pusat perhatian juga berarti approachable . Mudah di hubungi, bisa dimintai tolong kapan aja, dan selalu dibutuhkan. Belakangan gue sadar bahwa yang bikin gue bahagia adalah kalau gue bisa terkoneksi dengan setiap orang di dunia ini. kalau ada miliaran orang di dunia, lantas kenapa gue harus merasa sendiri?  Gue sadar gue selalu berusaha keras untuk tetap terhubung, untuk tetap terlibat, untuk tetap ada. ...

What is like to be an adult?

 Jadi dewasa itu ketika sepupu-sepupu gue udah mulai pada nikah dan punya anak. Awalnya gue gak tau harus bereaksi gimana, harus bersikap gimana, dan harus support mereka kaya gimana, ibaratnya bodo amat lah. kemudian satu persatu sahabat-sahabat terdekat gue mulai nikah dan punya kehidupan baru. Ini yang sebenernya jadi titik balik berubahnya pola pikir, sikap, dan segala hal yang dulu gue anggap masa bodo. Karena ternyata ketika orang terdekat kita membutuhkan kita untuk support dia di setiap fase hidupnya, kita keikut tumbuh bersama dia.  Liat temen-temen di media sosial mulai pada nikah awalnya happy tapi dalam hati nanya "gue kapan?" dan ketika sahabat gue nikah terus dia minta bantuan gue persiapin semuanya, disitulah pola pikir gue udah ga nanya "gue kapan nikah" tapi berubah jadi "gue kayanya harus mulai siap-siap, tapi dari mana dulu ya?". Sampai di satu titik disaat adik gue udah ngebet pingin nikah, gue baru bilang sama diri sendiri "Oke gu...

Perempuan

Jarang banget gue nulis pas jam kerja, biasanya gue nulis di malam hari pas susah tidur. Tapi kali ini beda, gue nulis di jam kerja karena ini ada hubungannya sama kerjaan gue. Dunia kerja yang gue masuki sejak tahun 2017 lalu.  kalau bicara soal cita-cita, bekerja di perusahaan yang didirikan oleh bokap gue adalah cita-cita yang gue bangun sejak gue memutuskan untuk ambil kuliah di jurusan administrasi bisnis. Keputusan itu adalah keputusan singkat dan cepat yang gue ambil tanpa gue tau kedepannya bakal gimana. Karena jujur, it was never my dream at all . Bahkan bokap gue pun tau, di time capsule yang gue tulis saat gue SD, gue ingin jadi perawat, kemudian sampai kelas 3 SMA gue masih ingin ambil jurusan Psikologi. Terus kenapa tiba-tiba belok ke administrasi bisnis? Jujur kalau ditanya kenapa alasannya, gue gak tau. Gue gak naif juga tiba-tiba belok jurusan tanpa ada tujuan, waktu itu pikiran gue adalah mau nerusin usaha bokap, bantuin bokap. Cuma gue ga bener-bener paham elemen-...

The New Normal

Life is scary.  After what happened this year, it was really get scarier. People are worry, people are scary, and people died.  But we need to life anyway.  We need to survive.  And this isn't the first time anyway I am not going to talk about the Spanish flu, it was a hundred ago anyway.  But I am going to talk about HIV/AIDS which start in 1981 and still killed people till today.  At the first time we scared and worried and chaotic everywhere.  We scared to go to public toilet, try to not make sexual contact with anyone we didn't sure their sexual history yet. But then everything is just being normal. It is normal to use protection while we having sex, it is normal to get tested for HIV/AIDS.  Otherwise HIV is not the only disease which transmitted by sexual intercourse. But hey, do people really stop doing sex after 1981 ? Hell no.  In fact we are more aware of our body, of what could happen to us due to normal activities like having sex. ...

Time is Limitless

Dalam hidup, kita tidak sedang bertanding, tidak juga sedang balapan, tapi menjalani kehidupan.                                         We are not running life, we are living a life.  Menjalani hidup itu sama artinya dengan berjalan tanpa ada zona waktu. Ada orang yang roda kehidupannya berputar cepat. Sehabis lulus SMA, kuliah, lalu kerja, lanjut S2, lalu naik jabatan, lanjut S3, begitu seterusnya, roda kehidupannya bergerak cepat, sampai kadang ia berharap waktu sedikit melambat. Ada orang yang roda kehidupannya lambat, habis lulus SMA nunggu setahun baru kuliah, habis kuliah kemudian kerja lalu mengundurkan diri, pindah profesi sampai ia merasa hidupnya berjalan di tempat. Ada yang perlu waktu lama sampai cita-citanya tercapai. Ada yang cita-citanya tercapai dengan cepat sampai ia bingung lagi apa yang harus di cita-citakan karena semua sudah tercpai. Ada yang mencinta ...

Find myself while travelling

Travelling itu bikin orang berubah. Aku rasa itu benar. Travelling pertama ke Bangkok membuat aku semakin menghargai perbedaan. Kini setelah melancong nekat ke Singapore dan Malaysia selama satu minggu, aku menjadi menghargai setiap detik, setiap moment, dan mengambil setiap kesempatan yang ada. Aku tidak mau menyesal. Live must go on.  Itu adalah hal pertama yang aku pelajari dari travelling ini. Di Singapore, Live must go on itu betul-betul dijunjung tinggi. Tak peduli kamu lelah, sakit, sedih, atau sedang berduka. Live still must go on. Dan itu aku bawa sampai ke Indonesia. Tak peduli meski baru sampai tanah air pukul 8 malam di hari sabtu namun ketika hari Minggu ada tugas memanggil untuk pergi ke Garut, Live must go on. Tak peduli meski lelah satu minggu berpergiaan, ketika hari senin harus langsung masuk bekerja, Live must go on. Allah tidak akan pernah lupa  Hal kedua yang aku pelajari adalah bagaimana negeri Malaysia bisa lebih maju dari Indonesia. Bagaimana o...

Pintu dan Batas

Sungguh naif bila manusia berfikir bahwa dengan kebebasan dan kekuasaan yang cukup maka ia bisa memasuki semua pintu di dunia. Disini saya mengasumsikan semua tempat di dunia dengan kata "pintu". Mengapa pintu? Karena pintu adalah batas dari satu tempat dengan tempat lainnya. Pintu adalah batas dari halaman dan rumah begitupun pintu adalah batas dari halaman dan jalan. Pertanyaannya. Apakah seorang presiden bisa memasuki rumah semua rakyatnya? Jawabnya. Tentu tidak Sebagai manusia, saya kira wajar bila kita menginginkan kekuasaan atau cita cita menaklukan dunia. Entah itu dengan cara menaklukan gunung, hewan, mengelilingi dunia atau bahkan menaklukan manusia. Tapi sama hal nya dengan alam tidak semua gunung bisa kita taklukan, tidak semua lautan bisa kita selami, tidak semua hewan mau patuh, dan tidak semua hati manusia bisa kita taklukan. Hati manusia layaknya pintu yang ada di dunia. Tidak semua pintu bisa kita masuki. Bahkan seorang presiden pun tidak bisa se...

Single

Single yang merupakan bahasa halus dari "jomblo" adalah sebuah kondisi dimana seseorang tidak atau belum memiliki pasangan. Single maupun Jomblo pada dasarnya sama. Hanya saja, orang sering berkata bahwa Single adalah Prinsip sedangkan Jomblo itu Nasib.  Dunia ini tercipta berpasangan, ada siang dan ada malam. Ada hitam dan ada putih, ada Terang dan ada gelap. jadi tidak mungkin bila ada orang yang ditakdirkan atau memiliki nasib tidak berpasangan. mungkin dia hanya kurang usaha, mungkin dia hanya kurang membuka diri, atau mungkin dia belum mau membuka hatinya. Harus kuakui bahwa aku termasuk kriteria yang terakhir. belum mau membuka hati. alasannya karena aku memilih untuk sendiri. kenapa? karena karena aku memilih untuk single. Berpasangan bagiku adalah sebuah keputusan, dan aku tidak ingin mencoba menjalani sesuatu yang tidak aku yakini. Buatku memilih berpasangan atau berpacaran bukan sesuatu yang bisa dijadikan " gambling " dalam kehidupan ini. Jawaban seper...

Crazy Little Things Called Love

Pernah mikir ga sih, andai cinta itu kaya di film-film. misalnya film Crazy Little Things Called Love, dimana kisah ini bermula dari seorang gadis remaja yang jatuh cinta pada seniornya. klise, tapi nyata.  sayangnya pada kenyataannya cinta tak pernah semudah yang dibayangkan.  Andaikan, berubah menjadi lebih baik demi orang yang kita cinta itu semudah yang ada di film Crazy Little Things Called Love. Seorang Nam, rela masuk klub drama, belajar dengan giat, menjadi mayor drum dalam marching band, bahkan berusaha menjadi cantik hanya demi orang yang ia cintai. Meski sempat merasakan patah hati karena pada kenyatannya semua yang ia lakukan sia-sia. Namun diakhir cerita, pada dasarnya yang dilakukan Nam tidak pernah sia-sia karena dibalik semua itu cinta seorang Nam terhadap P'Shone selalu terbalas.  Cinta itu memang indah, tapi ngejalaninnya ga semudah yang ada di dongeng. bagi saya pribadi,  Perasaan memang tidak ada yang bisa mengaturnya tapi kita b...

Being Part of The Team

manusia itu pada dasarnya " grow with capitalism and mature with socialism " kata-kata itu saya dapat dari sebuah blog yang setiap tulisannya menjadi inspirasi bagi saya. bagi saya, mature with socialism itu berarti menjadi bagian dari sebuah team. karena, yang menjadikan kita dewasa bukanlah bagaimana kita bisa mengatasi semua persoalan hidup dengan bijak, tapi bagiamana kita bisa memahami orang lain di sekitar kita ketika kita berinteraksi dengan mereka. Team adalah sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai satu tujuan yang sama.itu artinya apabila dihubungkan dengan teori organisasi, team dan organisasi memiliki pengertian yang sama, yaitu untuk mencapai satu tujuan. apabila kita melihat bahwa team biasanya dibentuk untuk mewujudkan suatu project dalam organisasi, itu artinya team adalah organisasi kecil didalam organisasi yang lebih besar. selama saya menjadi bagian dari sebuah team saya belajar banyak hal. menjadi bagian dari team itu berarti belajar mengerti...