Langsung ke konten utama

Postingan

Welcome

  Hey there! Welcome to my blog. Dream as you like! Because life sucks, and if you don't have the courage to dream, then it will feel flat and boring. Having a dream is not the same as having a purpose in life. A dream can be something silly, something impossible, something fun, but more importantly, something that can make you love yourself even more. I am a dreamer! I wrote my dreams in my journal. At first, sometimes it feels impossible for me to reach my dreams, but as life goes by, I can reach my dreams one by one. I am still trying to keep my dreams alive and make them happen. Today, I am not only a dreamer but also a realist. I dream not only for myself but also for people around me, and I am not only dreaming about it but also thinking about how to achieve my dreams. This blog is gonna be about how someone's thoughts might give other people a different perspective of life and how that perspective had an impact on my way of thinking, my way of life, and my way to reach m...
Postingan terbaru

Obrolan sama suami

 Beberapa waktu lalu aku baru aja take down beberapa postingan. salah satu postingan yang di take down adalah tentang being the eldest. jujur pas aku baca baca lagi postingan lama aku, 50% isinya udah ga relate sama isi pikiran aku sekarang,  makanya postingan-postingan itu aku take down. kalo mengingat aku yang memulai blog ini dari SMA wajar aja kalo banyak isi tulisanku yang udah berbeda dengan pandangan aku saat ini.  Sedikit tentang salah satu postingan yang di take down yaitu yang tentang being the eldest, disitu aku menulis betapa sulitnya menjadi anak pertama, dimana terkadang semua beban rasanya ada di pundak kita.  Aku dan suami sama-sama anak pertama, itulah yang bikin kita klop satu sama lain. sejak ada suami aku jadi merasa punya tempat untuk berbagi segala hal, termasuk soal beban anak pertama. Alhamdulillah nya suami justru punya pandangan berbeda soal menjadi anak pertama. Dia bilang "aku gak pernah merasa semua itu beban. aku juga bantu ngurusin kelu...

Family wedding

A wedding supposed to be a sacred moment. Because we vow in front of God and also the entire family to except each other for the rest of our lives .  Buat aku sebuah pernikahan itu perihal sebuah awal perjalanan yang baru bersama seseorang yang kita pilih untuk menjalani ibadah seumur hidup. Sebuah janji yang diucapkan di depan seluruh keluarga, janji yang pertanggung jawaban nya kelak akan ditanya di Akhirat.  Dalam bahasa inggris keluarga itu Family . Yang berakhir dengan ' ily ' kalau di jabarkan lagi bisa jadi kepanjangan Dari I love you . Dengan kata lain dalam kata keluarga terkandung kalimat cinta didalamnya. Sehingga memulai sebuah keluarga harus didasari oleh cinta Dan kasih sayang, bukan hanya untuk satu sama lain tapi yang terpenting adalah cinta untuk agama Dan cinta untuk Tuhan yang Maha Esa.  Di Indonesia begitu telitinya negara memperhatikan sebuah pernikahan, sehingga prosesinya pun harus disaksikan oleh perwakilan Dari negara yaitu KUA (kantor urusan agam...

Anak Pertama dengan Anak Pertama

 Pernikahan anak pertama dengan anak pertama seringkali ditakuti karena katanya anak pertama itu keras nanti kalo jodohnya sama-sama anak pertama bakal sama sama keras ga ada yang mau ngalah dan sering cekcok.  Tapi Alhamdulillah,  Masyaallah Tabarakallah aku sama suami meskipun sama sama anak pertama, seusia pula namun percekcokan dan sama-sama keras itu jarang terjadi. Malahan komunikasi kita jadi nyambung banget kaya sama temen karena seusia.  kok bisa?  Tentu bisa karena dari awal aku sama suami udah sama sama tau karakter masing-masing kaya gimana. bukan maksudnya saling mencari tau melalui proses kenalan panjang tapi kita terbuka di awal soal kepribadian masing-masing. kaya misalnya aku tau aku ini keras kepala, aku sampaikan dari awal kenal dan liat respon dia, menurut dia sekeras kepala apapun perempuan pasti bisa kalah sama argumen dia yang logis dan valid. terus dia juga bilang kalau dia orangnya kalo ngomong to the point dan kadang ga di filter. aku b...

blog diary

تَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ ✨🌙 Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, memaafkan segala khilaf, dan melimpahkan keberkahan. 🤍 Selamat Hari Raya Idul Fitri 🤍 Mohon maaf lahir dan batin 🙏 It’s been way too long since my last column. This time, it isn’t even really a column—just me rambling about everything that’s been happening in my life. Being an adult is exhausting. There are so many responsibilities, leading to so many things to think about. As an adult, I barely have the space to think about my life anymore—let alone my dreams. I’ve finally reached a point where I just live day by day, paycheck to paycheck, with countless bills to pay. Unsweetened coffee and vaping have become my best friends on the hardest days. God has blessed me with a husband whose ears I can borrow to listen to all my thoughts. But sometimes, an adult mind tends to exaggerate everything. With a company to run, bills to pay, sisters still under my responsibility, parents who rely on me, and soc...

Bukan childfree

 Anak itu bagai kanvas kosong. Kita Tau kan kanvas itu harganya tidak murah, sehingga ketika kita mau melukis di kanvas, banyak yang kita pikirkan. Mau melukis apa, pakai cat apa, bahan kanvas nya nanti pakai yang gimana, bahkan sebelum melukis di kanvas kadang kita buat dulu sketsa gambar yang akan dilukis itu. Terus ketika mau menorehkan tinta, kita oles dengan hati hati tinta itu di kanvas. Kurang lebih begitu penggambaran fatiya soal anak.  Memiliki anak itu tidak sama seperti memilih pasangan Dan menikah. Karena ketika menikah kita Dan pasangan kita sama sama dua orang manusia yang sudah dewasa. Namun anak itu adalah manusia mungil yang bahkan belum bisa apa-apa. Mereka hanya bisa bergantung pada orang dewasa di sekitarnya.  Secara biologi, bayi manusia lahir dalam keadaan premature meskipun lahir di usia kandungan 9 bulan. Karena setelah lahir, bayi manusia tumbuh sempurna di pelukan ibunya. Itulah mengapa bayi manusia sangat bergantung pada orang dewasa di sekitarn...

Proud of my brother

 Mungkin aku jarang sekali bercerita tentang adik laki-laki ku. Ya, memang seperempat Abad kami hidur bersama kita sering berbeda pendapat. Tak jarang kita juga menjadi rival demi mendapatkan perhatian orangtua. Maklum jarak usia kita cuma beda satu setengah tahun.  Tapi belakangan ini, setelah tiga tahun ditinggalkan oleh bapak. Apalagi setelah aku menikah, fauzan menunjukan perubahan yang pesat. Ya memang dia duluan menikah melangkahi aku, tapi tetap saja bagiku dia adalah adikku. Kadang aku lupa kalau meskipun dia adik tapi dia adalah laki-laki yang ditakdirkan untuk memimpin.  Mungkin hari dimana aku menikah Dan fauzan menjadi waliku yang sah Dan Utama adalah hari dimana aku sadar bahwa aku mulai memandang dia sebagai pemimpin. Adikku sosok yang sangat rendah hati, jujur, bertanggung jawab, Dan juga perasa. Dia tidak pernah merasa hebat apalagi sombong. Meskipun kadang terlihat cuek, tapi di dalam didinya dia adalah pribadi yang sangat peduli pada sekitar. Pernah satu...