Langsung ke konten utama

obrolan sama suami

 Beberapa waktu lalu aku baru aja take down beberapa postingan. salah satu postingan yang di take down adalah tentang being the eldest. jujur pas aku baca baca lagi postingan lama aku, 50% isinya udah ga relate sama isi pikiran aku sekarang,  makanya postingan-postingan itu aku take down. kalo mengingat aku yang memulai blog ini dari SMA wajar aja kalo banyak isi tulisanku yang udah berbeda dengan pandangan aku saat ini. 

Sedikit tentang salah satu postingan yang di take down yaitu yang tentang being the eldest, disitu aku menulis betapa sulitnya menjadi anak pertama, dimana terkadang semua beban rasanya ada di pundak kita. 

Aku dan suami sama-sama anak pertama, itulah yang bikin kita klop satu sama lain. sejak ada suami aku jadi merasa punya tempat untuk berbagi segala hal, termasuk soal beban anak pertama. Alhamdulillah nya suami justru punya pandangan berbeda soal menjadi anak pertama. Dia bilang "aku gak pernah merasa semua itu beban. aku juga bantu ngurusin keluarga, ngurusin sekolah adik-adik aku, tapi semua itu tidak pernah jadi beban, justru aku ngerasa karena itulah aku hadir, untuk bermanfaat bagi sekitar, karena itu lah yang membedakan kita sama hewan. kucing juga makan, kucing kawin, kucing berkeluarga, tapi kucing ga punya tanggung jawab kaya manusia. kalo manusia ga mau di kasih tanggung jawab ya apa bedanya sama hewan. kita lahir jadi manusia karena kita ada manfaat nya untuk sekitar." mendengar ucapan dia bikin aku tersadar, ternyata selama ini isi otak aku doang yang bikin semua terasa rumit. ternyata kalau di liat dari sudut pandang orang lain, hidup aku udah sangat enak dan berkecukupan, ternyata semua tanggung jawab yang aku miliki dalam hidup ini adalah alasan kenapa aku hadir dan mungkin menjadi salah satu value hidup aku. 

Dari situ aku sadar bahwa menjadi manusia seutuhnya adalah yang bermanfaat bagi sekitar. kita hidup tiap hari, mati cuma sekali. di hidup yang sekali ini, apa artinya kita hadir dunia? sudah punya dampak apa kita untuk sekitar? kadangkala kita terlalu egois mengejar kebahagiaan kita sendiri, padahal 

apalah arti bahagia kalau kita sendiri tidak bisa bermanfaat bagi sekitar?

apalah arti bahagia kalau itu berarti kita tertawa diatas penderitaan orang lain?

apakah dengan seperti itu kedamaian yang kita cari akan hadir? atau mungkin kita senaif itu karena hanya menginginkan bahagia?  Padahal Allah sendiri menciptakan manusia di muka bumi untuk menjadi khalifah, menjadi seorang pemimpin, sudah sewajarnya bukan seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang banyak. bukankah pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa bermanfaat bagi sekitar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indigo

Indigo indigo itu sebenarnya nama lain dari warna nila. kalau di Indonesia kita mengenal warna pelangi adalah MeJiKuHiBiNiU (Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) dalam bahasa Inggris warna pelangi adalah  Red Orange Yellow Green Blue Indigo and purple  lalu kenapa muncul istilah anak indigo?  Istilah ini muncul ketika seorang peramal Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an. Pada tahun 1982, Tappe menerbitkan buku Understanding Your Life Through Color (Memahami Hidup Anda Melalui Warna). buku tersebut menjelaskan mengenai aura kehidupan dari setiap individu. nah, mungkin bagi kalian yang tahu atau percaya akan adanya warna aura yang mencerminkan diri anda maka anda akan mengenal berbagai macam warna aura seperti yang sudah saya sebutkan dalam warna pelangi tadi, namun tentunya masih banyak lagi warna aura yang ada selain dari warna pelangi yang tadi saya sebutkan. salah satu warna aura yang mencolok adalah warna nila, karena menurut beberapa peramal, warna aura i...

Bukan childfree

 Anak itu bagai kanvas kosong. Kita Tau kan kanvas itu harganya tidak murah, sehingga ketika kita mau melukis di kanvas, banyak yang kita pikirkan. Mau melukis apa, pakai cat apa, bahan kanvas nya nanti pakai yang gimana, bahkan sebelum melukis di kanvas kadang kita buat dulu sketsa gambar yang akan dilukis itu. Terus ketika mau menorehkan tinta, kita oles dengan hati hati tinta itu di kanvas. Kurang lebih begitu penggambaran fatiya soal anak.  Memiliki anak itu tidak sama seperti memilih pasangan Dan menikah. Karena ketika menikah kita Dan pasangan kita sama sama dua orang manusia yang sudah dewasa. Namun anak itu adalah manusia mungil yang bahkan belum bisa apa-apa. Mereka hanya bisa bergantung pada orang dewasa di sekitarnya.  Secara biologi, bayi manusia lahir dalam keadaan premature meskipun lahir di usia kandungan 9 bulan. Karena setelah lahir, bayi manusia tumbuh sempurna di pelukan ibunya. Itulah mengapa bayi manusia sangat bergantung pada orang dewasa di sekitarn...

Filosofi Hidup Dari Bunga

Allah SWT. menciptakan makhluknya dengan sedemikian rupa, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Yang dengan adanya penciptaan itu, menjadikan bukti bahwa Allah SWT menciptakan dunia dan isinya dengan segenap rasa dan kasih sayang, cinta yang tiada dua. Sebagai manusia, tentu sangat menyenangkan bila kita dicintai, dan menurut presepsi kita, manusia yang paling menyedihkan dan merugi adalah mereka yang tidak pernah dicintai. Namun, pernahkah kalian berfikir bahwa alam semesta dan isinya ini diciptakan dengan cinta? Dengan cinta dan segenap perasaan yang Allah berikan. kalau begitu, bukankah salah bila kita mengatakan ada manusia yang tidak dicintai? karena setiap manusia, bahkan setiap makhluk mendapatkan cinta dari tuhan yang menciptakan mereka, Allah SWT. Mari kita melihat sedikit pelajaran dari salah satu ciptaan Allah SWT. 1.Bunga Anggrek Anggrek ini, termasuuk jenis langka. Namun sangat indah bukan? Nah, sekarang pernahkah kita membayangkan bahwa untuk tumb...