Langsung ke konten utama

Family wedding

A wedding supposed to be a sacred moment. Because we vow in front of God and also the entire family to except each other for the rest of our lives

Buat aku sebuah pernikahan itu perihal sebuah awal perjalanan yang baru bersama seseorang yang kita pilih untuk menjalani ibadah seumur hidup. Sebuah janji yang diucapkan di depan seluruh keluarga, janji yang pertanggung jawaban nya kelak akan ditanya di Akhirat. 

Dalam bahasa inggris keluarga itu Family. Yang berakhir dengan 'ily' kalau di jabarkan lagi bisa jadi kepanjangan Dari I love you. Dengan kata lain dalam kata keluarga terkandung kalimat cinta didalamnya. Sehingga memulai sebuah keluarga harus didasari oleh cinta Dan kasih sayang, bukan hanya untuk satu sama lain tapi yang terpenting adalah cinta untuk agama Dan cinta untuk Tuhan yang Maha Esa. 

Di Indonesia begitu telitinya negara memperhatikan sebuah pernikahan, sehingga prosesinya pun harus disaksikan oleh perwakilan Dari negara yaitu KUA (kantor urusan agama) Dan untuk pertama Kalinya aku merasa bersyukur lahir di Indonesia, karena begitu besarnya perhatian negara terhadap masa depan warga negaranya serta penerus bangsa ini. 

Buat aku pribadi sebuah pernikahan adalah acara sakral Dan intim tentang perkenalan serta bersatunya Dua keluarga. Besar harapan aku agar acara pernikahanku kelak bisa mendapat banyak restu Dari keluarga. Dan aku sangat bersyukur karena bisa melibatkan keluarga sepenuhnya dalam acara pernikahanku kelak. Mulai Dari vendor yang 80% nya keluarga, panitia yang mayoritas anggota keluarga besar, serta akad nikah yang disaksikan oleh seluruh keluarga besar merupakan sebuah berkah yang tidak terhingga. Karena ada doa yang terucap Dari setiap mulut Dan hati yang tulus. 

Aku amat sangat beruntung karena memiliki pasangan yang keluarga nya menerima sepenuhnya aku, baik Dan buruknya, kurang Dan lebih nya aku. Harapanku dengan melibatkan keluarga, aku bisa mendapatkan doa, bimbingan, Dan juga dukungan bukan hanya saat acara pernikahan tapi juga kelak nanti saat kami bersama mengarungi bahtera rumah tangga. Bagiku keluarga itu seperti kunang-kunang yang menunjukan arah jalan disaat perahuku terombang ambing di lautan yang gelap entah dimana. 

Bahkan kelak bila satu persatu anggota keluarga, orangtua dan sesepuh satu persatu kembali menghadap Tuhan yang Maha Esa maka biarlah nasihat - nasihatnya menjadi penerang Dan pengingat siapa kita, untuk apa kita diciptakan di dunia ini, dan alasan yang menjadikan kita bersama. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indigo

Indigo indigo itu sebenarnya nama lain dari warna nila. kalau di Indonesia kita mengenal warna pelangi adalah MeJiKuHiBiNiU (Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) dalam bahasa Inggris warna pelangi adalah  Red Orange Yellow Green Blue Indigo and purple  lalu kenapa muncul istilah anak indigo?  Istilah ini muncul ketika seorang peramal Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an. Pada tahun 1982, Tappe menerbitkan buku Understanding Your Life Through Color (Memahami Hidup Anda Melalui Warna). buku tersebut menjelaskan mengenai aura kehidupan dari setiap individu. nah, mungkin bagi kalian yang tahu atau percaya akan adanya warna aura yang mencerminkan diri anda maka anda akan mengenal berbagai macam warna aura seperti yang sudah saya sebutkan dalam warna pelangi tadi, namun tentunya masih banyak lagi warna aura yang ada selain dari warna pelangi yang tadi saya sebutkan. salah satu warna aura yang mencolok adalah warna nila, karena menurut beberapa peramal, warna aura i...

Perlukah Orangtua Belajar Dari Anaknya?

dapet ide setelah nonton miss indonesia 2011. aku lagi nonton sesi pertanyaan untuk 10 besar finalis miss indonesia 2011 dan check what i've got. salah satu dari 10 besar finalis miss indonesia 2011, kalo aku gak salah finalis dari Kalimantan Barat (Kayla Natalia Hamam) mendapat pertanyaan dari temanyya tapi aku lupa finalis dari provinsi mana dan siapa. yang pasti pertanyaannya " perlukah orangtua belajar dari anaknya? " and her answer is " perlu, karena dalam pembelajaran tak ada batasan usia. kita bisa belajar dari anak-anak tentang ketulusan, kejujuran, dan semangat" dan aku rasa itu betul sekali. and i really agree with that answer. Arti mendidik yang sebenarnya adalah bukan mengajarkan hal yang benar tetapi sama-sama belajar. Oleh karena itu di sekolah ada proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). KBM pada arti yang lebih luas bukan hanya guru mengajar dan murid belajar, namun sebaliknya. Murid mengajari guru dan guru belajar bagaimana memahami ana...

Bukan childfree

 Anak itu bagai kanvas kosong. Kita Tau kan kanvas itu harganya tidak murah, sehingga ketika kita mau melukis di kanvas, banyak yang kita pikirkan. Mau melukis apa, pakai cat apa, bahan kanvas nya nanti pakai yang gimana, bahkan sebelum melukis di kanvas kadang kita buat dulu sketsa gambar yang akan dilukis itu. Terus ketika mau menorehkan tinta, kita oles dengan hati hati tinta itu di kanvas. Kurang lebih begitu penggambaran fatiya soal anak.  Memiliki anak itu tidak sama seperti memilih pasangan Dan menikah. Karena ketika menikah kita Dan pasangan kita sama sama dua orang manusia yang sudah dewasa. Namun anak itu adalah manusia mungil yang bahkan belum bisa apa-apa. Mereka hanya bisa bergantung pada orang dewasa di sekitarnya.  Secara biologi, bayi manusia lahir dalam keadaan premature meskipun lahir di usia kandungan 9 bulan. Karena setelah lahir, bayi manusia tumbuh sempurna di pelukan ibunya. Itulah mengapa bayi manusia sangat bergantung pada orang dewasa di sekitarn...